Label

Minggu, 13 Januari 2013


Metode Pembelajaran Discovery
Metode pembelajaran discovery merupakan suatu metode pengajaran yang menitikberatkan pada aktifitas siswa dalam belajar. Dalam proses pembelajaran dengan metode ini, guru hanya bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator yang mengarahkan siswa untuk menemukan konsep, dalil, prosedur, algoritma dan semacamnya.
Tiga ciri utama belajar menemukan yaitu: (1) mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan, menggabungkan dan menggeneralisasi pengetahuan; (2) berpusat pada siswa; (3) kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang sudah ada.
Langkah-langkah pembelajaran discovery adalah sebagai berikut:
  1. identifikasi kebutuhan siswa;
  2. seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian konsep dan generalisasi pengetahuan;
  3. seleksi bahan, problema/ tugas-tugas;
  4. membantu dan memperjelas tugas/ problema yang dihadapi siswa serta peranan masing-masing siswa;
  5. mempersiapkan kelas dan alat-alat yang diperlukan;
  6. mengecek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan;
  7. memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penemuan;
  8. membantu siswa dengan informasi/ data jika diperlukan oleh siswa;
  9. memimpin analisis sendiri (self analysis) dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi masalah;
  10. merangsang terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa;
  11. membantu siswa merumuskan prinsip dan generalisasi hasil penemuannya.
Beberapa keunggulan metode penemuan juga diungkapkan oleh Suherman, dkk (2001: 179) sebagai berikut:
  1. siswa aktif dalam kegiatan belajar, sebab ia berpikir dan menggunakan kemampuan untuk menemukan hasil akhir;
  2. siswa memahami benar bahan pelajaran, sebab mengalami sendiri proses menemukannya. Sesuatu yang diperoleh dengan cara ini lebih lama diingat;
  3. menemukan sendiri menimbulkan rasa puas. Kepuasan batin ini mendorong ingin melakukan penemuan lagi sehingga minat belajarnya meningkat;
  4. siswa yang memperoleh pengetahuan dengan metode penemuan akan lebih mampu mentransfer pengetahuannya ke berbagai konteks;
  5. metode ini melatih siswa untuk lebih banyak belajar sendiri.
Selain memiliki beberapa keuntungan, metode discovery (penemuan) juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya membutuhkan waktu belajar yang lebih lama dibandingkan dengan belajar menerima. Untuk mengurangi kelemahan tersebut maka diperlukan bantuan guru. Bantuan guru dapat dimulai dengan mengajukan beberapa pertanyaan dan dengan memberikan informasi secara singkat. Pertanyaan dan informasi tersebut dapat dimuat dalam lembar kerja siswa (LKS) yang telah dipersiapkan oleh guru sebelum pembelajaran dimulai.
Beberapa keuntungan belajar discovery yaitu: (1) pengetahuan bertahan lama dan mudah diingat; (2) hasil belajar discovery mempunyai efek transfer yang lebih baik dari pada hasil lainnya; (3) secara menyeluruh belajar discovery meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan untuk berpikir bebas. Secara khusus belajar penemuan melatih keterampilan-keterampilan kognitif siswa untuk menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain.

RPP Terpadu Kelas 5
RPP Terpadu Kelas 4
Proses Siklus Hidrologi
Peta Konsep Pembelajaran PKn kelas 6 semester 1

Kamis, 29 November 2012

Manajemen Kelas




Manajemen Kelas
Guru harus memiliki keterampilan dalam mengelola kelas dengan baik, agar dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga membuat siswa termotivasi dan dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Pengelolaan kelas atau yang bisa disebut dengan manajemen kelas adalah usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis yang mengarah pada penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi atau kondisi proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai. Dalam manajemen kelas guru melakukan sebuah proses atau tahapan-tahapan kegiatan yang dimulai dari merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi, sehingga apa yang dilakukannya merupakan satu kesatuan yang utuh dan terkait.
Keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran ditentukan oleh strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Guru harus memahami komponen-komponen dasar dalam suatu pembelajaran di dalam kelas. Oleh karena itu guru harus mengetahui bagaimana cara mengelola kelas dengan baik guna meningkatkan intensitas pembelajaran peserta didik dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Selain itu juga pengelolaan kelas dengan baik berguna untuk menciptakan kenyamanan dan suasana belajar yang efektif.
Kegiatan manajemen kelas meliputi dua kegiatan yang secara garis besar terdiri dari :
a.       Pengaturan orang (peserta didik)
b.      Pengaturan fasilitas
 Pengaturan orang atau peserta didik dilakukan dengan cara mendisiplinkan anak kepada kegiatan belajar, meningkatkan gairah dan motivasi peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Guru memberikan stimulus yang positif dan menyenangkan kepada peserta didik agar mereka dapat memposisikan dirinya untuk memulai kegiatan belajar mengajar.
Pengaturan fasilitas perlu dilakukan karena aktivitas dalam kelas baik guru maupun siswa dalam kelas kelangsungannya akan banyak dipengaruhi oleh kondisi dan situasi fisik lingkungan kelas.  Oleh karena itu lingkunagn fisik kelas berupa sarana dan prasarana kelas harus dapat memenuhi dan mendukung interaksi yang terjadi. Pengaturan fasilitas adalah kegiatan yang harus dilakukan siswa, sehingga seluruh siswa dapat terfasilitasi dalam aktivitasnya di dalam kelas. Pengaturan fisik kelas diarahkan untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa sehingga siswa merasa senang, nyaman, aman, bdan belajar dengan baik.
Dalam pengaturan ruangan kelas, guru dapat mengatur tempat duduk siswa. Diusahakan setiap minggu ada perubahan letak duduk siswa agar siswa tidak merasa jenuh. Pola tempat duduk siswa dapat dibentuk pola setengah melingkar. Pola ini dilakukan ketika ada kegiatan atau alat yang mesti diperagakan di depan agar lebih mudah dilihat oleh siswa. Ada pula pola susunan berkelompok, dimana siswa duduk berkelompok dan dapat berkomunikasi dengan mudah. Pola berkelompok ini dapat berubah-ubah, siswa dapat pindah satu sama lain ke dalam kelompoknya yang baru. Pola ini dapat meningkatkan keakraban pada siswa itu sendiri, bisa saling mengenal satu sama lain. Pola tempat duduk siswa juga disesuaikan dengan keinginan siswa itu sendiri.
Selain pengaturan tempat duduk, penyimpanan barang-barang disimpan di tempat yang khusus. Disediakan loker yang sudah diberi tanda agar barang tersebut mudah dijangkau jika hendak diperlukan dalam kegiatan belajar. Penyimpanan berkas-berkas seperti buku penghubung, pedoman kurikulum, buku pelajaran disimpan di meja guru. Alat kebersihan seperti sapu, kemoceng, lap juga harus ada. Jika perlu dapat menyediakan tempat untuk media pembelajaran, seperti menggunakan infokus. Teknologi pada zaman ini sudah semakin tinggi, maka guru juga harus bisa memanfaatkan teknologi yang ada.
Setelah semua pengaturan ruangan kelas telah selesai dilaksanakan dengan baik, maka selanjutnya tinggal guru membuat strategi pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Karena strategi merupakan salah satu yang mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan pengajaran. Banyak strategi-strategi pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru, tentunya strategi itu pun disesuaikan dengan karakteristik siswa maupun materi bahan ajar. Misalkan dalam pengajaran IPA, guru dapat menggunakan strategi atau pendekatan pembelajaran inquiry. Pendekatan pembelajaran yang akan membuat siswa aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Dimana siswa dapat menemukan sendiri suatu konsep agar siswa lebih memahami materi tersebut. Dengan melakukan pendekatan ini pula siswa dapat belajar tidak hanya di dalam kelas melainkan dapat di luar kelas.