Senin, 14 Januari 2013
Minggu, 13 Januari 2013
Metode
Pembelajaran Discovery
Metode
pembelajaran discovery merupakan suatu metode pengajaran yang
menitikberatkan pada aktifitas siswa dalam belajar. Dalam proses pembelajaran
dengan metode ini, guru hanya bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator yang
mengarahkan siswa untuk menemukan konsep, dalil, prosedur, algoritma dan
semacamnya.
Tiga ciri utama
belajar menemukan yaitu: (1) mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk
menciptakan, menggabungkan dan menggeneralisasi pengetahuan; (2) berpusat pada
siswa; (3) kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang
sudah ada.
Langkah-langkah pembelajaran discovery adalah
sebagai berikut:
- identifikasi kebutuhan siswa;
- seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian konsep dan
generalisasi pengetahuan;
- seleksi bahan, problema/ tugas-tugas;
- membantu dan memperjelas tugas/ problema yang dihadapi siswa serta
peranan masing-masing siswa;
- mempersiapkan kelas dan alat-alat yang diperlukan;
- mengecek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan;
- memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penemuan;
- membantu siswa dengan informasi/ data jika diperlukan oleh siswa;
- memimpin analisis sendiri (self analysis) dengan pertanyaan
yang mengarahkan dan mengidentifikasi masalah;
- merangsang terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa;
- membantu siswa merumuskan prinsip dan generalisasi hasil penemuannya.
Beberapa keunggulan metode penemuan juga diungkapkan oleh
Suherman, dkk (2001: 179) sebagai berikut:
- siswa aktif dalam kegiatan belajar, sebab ia berpikir dan menggunakan
kemampuan untuk menemukan hasil akhir;
- siswa memahami benar bahan pelajaran, sebab mengalami sendiri proses
menemukannya. Sesuatu yang diperoleh dengan cara ini lebih lama diingat;
- menemukan sendiri menimbulkan rasa puas. Kepuasan batin ini mendorong
ingin melakukan penemuan lagi sehingga minat belajarnya meningkat;
- siswa yang memperoleh pengetahuan dengan metode penemuan akan lebih
mampu mentransfer pengetahuannya ke berbagai konteks;
- metode ini melatih siswa untuk lebih banyak belajar sendiri.
Selain memiliki beberapa keuntungan,
metode discovery (penemuan)
juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya membutuhkan waktu belajar yang
lebih lama dibandingkan dengan belajar menerima. Untuk mengurangi kelemahan
tersebut maka diperlukan bantuan guru. Bantuan guru dapat dimulai dengan
mengajukan beberapa pertanyaan dan dengan memberikan informasi secara singkat.
Pertanyaan dan informasi tersebut dapat dimuat dalam lembar kerja siswa (LKS)
yang telah dipersiapkan oleh guru sebelum pembelajaran dimulai.
Beberapa
keuntungan belajar discovery yaitu: (1) pengetahuan bertahan lama dan
mudah diingat; (2) hasil belajar discovery mempunyai efek transfer
yang lebih baik dari pada hasil lainnya; (3) secara menyeluruh belajar discovery
meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan untuk berpikir bebas. Secara khusus
belajar penemuan melatih keterampilan-keterampilan kognitif siswa untuk
menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain.
Kamis, 29 November 2012
Manajemen Kelas
Manajemen Kelas
Guru
harus memiliki keterampilan dalam mengelola kelas dengan baik, agar dapat
menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga membuat siswa
termotivasi dan dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Pengelolaan
kelas atau yang bisa disebut dengan manajemen kelas adalah usaha sadar untuk
mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis yang mengarah pada
penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi
atau kondisi proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler
dapat tercapai. Dalam manajemen kelas guru melakukan sebuah proses atau
tahapan-tahapan kegiatan yang dimulai dari merencanakan, melaksanakan dan
mengevaluasi, sehingga apa yang dilakukannya merupakan satu kesatuan yang utuh
dan terkait.
Keberhasilan
peserta didik dalam proses pembelajaran ditentukan oleh strategi pembelajaran
yang dilakukan oleh guru. Guru harus memahami komponen-komponen dasar dalam
suatu pembelajaran di dalam kelas. Oleh karena itu guru harus mengetahui
bagaimana cara mengelola kelas dengan baik guna meningkatkan intensitas
pembelajaran peserta didik dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian
tujuan pengajaran. Selain itu juga pengelolaan kelas dengan baik berguna untuk
menciptakan kenyamanan dan suasana belajar yang efektif.
Kegiatan
manajemen kelas meliputi dua kegiatan yang secara garis besar terdiri dari :
a. Pengaturan
orang (peserta didik)
b. Pengaturan
fasilitas
Pengaturan orang atau peserta didik dilakukan
dengan cara mendisiplinkan anak kepada kegiatan belajar, meningkatkan gairah
dan motivasi peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Guru
memberikan stimulus yang positif dan menyenangkan kepada peserta didik agar
mereka dapat memposisikan dirinya untuk memulai kegiatan belajar mengajar.
Pengaturan
fasilitas perlu dilakukan karena aktivitas dalam kelas baik guru maupun siswa
dalam kelas kelangsungannya akan banyak dipengaruhi oleh kondisi dan situasi
fisik lingkungan kelas. Oleh karena itu
lingkunagn fisik kelas berupa sarana dan prasarana kelas harus dapat memenuhi
dan mendukung interaksi yang terjadi. Pengaturan fasilitas adalah kegiatan yang
harus dilakukan siswa, sehingga seluruh siswa dapat terfasilitasi dalam
aktivitasnya di dalam kelas. Pengaturan fisik kelas diarahkan untuk
meningkatkan efektivitas belajar siswa sehingga siswa merasa senang, nyaman,
aman, bdan belajar dengan baik.
Dalam
pengaturan ruangan kelas, guru dapat mengatur tempat duduk siswa. Diusahakan
setiap minggu ada perubahan letak duduk siswa agar siswa tidak merasa jenuh.
Pola tempat duduk siswa dapat dibentuk pola setengah melingkar. Pola ini
dilakukan ketika ada kegiatan atau alat yang mesti diperagakan di depan agar
lebih mudah dilihat oleh siswa. Ada pula pola susunan berkelompok, dimana siswa
duduk berkelompok dan dapat berkomunikasi dengan mudah. Pola berkelompok ini
dapat berubah-ubah, siswa dapat pindah satu sama lain ke dalam kelompoknya yang
baru. Pola ini dapat meningkatkan keakraban pada siswa itu sendiri, bisa saling
mengenal satu sama lain. Pola tempat duduk siswa juga disesuaikan dengan
keinginan siswa itu sendiri.
Selain
pengaturan tempat duduk, penyimpanan barang-barang disimpan di tempat yang
khusus. Disediakan loker yang sudah diberi tanda agar barang tersebut mudah
dijangkau jika hendak diperlukan dalam kegiatan belajar. Penyimpanan
berkas-berkas seperti buku penghubung, pedoman kurikulum, buku pelajaran
disimpan di meja guru. Alat kebersihan seperti sapu, kemoceng, lap juga harus
ada. Jika perlu dapat menyediakan tempat untuk media pembelajaran, seperti
menggunakan infokus. Teknologi pada zaman ini sudah semakin tinggi, maka guru
juga harus bisa memanfaatkan teknologi yang ada.
Setelah
semua pengaturan ruangan kelas telah selesai dilaksanakan dengan baik, maka
selanjutnya tinggal guru membuat strategi pembelajaran yang menyenangkan bagi
siswa. Karena strategi merupakan salah satu yang mempengaruhi keberhasilan
pencapaian tujuan pengajaran. Banyak strategi-strategi pembelajaran yang dapat
dilakukan oleh guru, tentunya strategi itu pun disesuaikan dengan karakteristik
siswa maupun materi bahan ajar. Misalkan dalam pengajaran IPA, guru dapat
menggunakan strategi atau pendekatan pembelajaran inquiry. Pendekatan pembelajaran yang akan membuat siswa aktif
dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Dimana siswa dapat menemukan sendiri
suatu konsep agar siswa lebih memahami materi tersebut. Dengan melakukan
pendekatan ini pula siswa dapat belajar tidak hanya di dalam kelas melainkan
dapat di luar kelas.
Langganan:
Postingan (Atom)